Roket SpaceX Akan Tabrakan dengan Bulan, Mengapa Ini Terjadi?

Roket SpaceX Akan Tabrakan dengan Bulan, Mengapa Ini Terjadi?

Published:

Tabrakan Roket SpaceX dengan Bulan

Roket SpaceX Falcon 9 akan menabrak bulan pada hari Rabu (5 Agustus) sekitar pukul 2:35 pagi EDT (0635 GMT), membentuk kawah sekitar 89 kaki (27 meter) lebar. Roket ini telah mengorbit bumi selama lebih dari 18 bulan sebelum akhirnya menuju ke bulan.

"Essentially, a mixture of solar activity and gravity forces have put it on a path towards the moon," kata Julianna Scheiman, direktur NASA science dan Dragon programs di SpaceX. Ini berarti bahwa kombinasi aktivitas matahari dan gaya gravitasi telah mengarahkan roket ke bulan.

Sejarah Roket Falcon 9

Roket Falcon 9 diluncurkan pada Januari 2025, membawa dua lander lunar robotik swasta, Blue Ghost dan Resilience. Blue Ghost berhasil mendarat dan melakukan misinya, sementara Resilience mengalami kecelakaan saat mencoba mendarat.

Tahap atas roket Falcon 9 biasanya tidak dapat digunakan kembali, dan SpaceX biasanya mengarahkannya kembali ke atmosfer bumi untuk dihancurkan. Namun, pada peluncuran Blue Ghost-Resilience, bahan bakar tahap atas roket tidak cukup untuk melakukan manuver ini.

Dampak Tabrakan Roket dengan Bulan

Ilmuwan dan astronom sangat tertarik dengan tabrakan roket ini, karena dapat membantu mereka memahami bahaya yang dihadapi oleh infrastruktur lunar dan astronot di masa depan. "The event provides an opportunity to test pipelines for measuring flash properties to locate impact events seismically, and to better understand the multi-modal hazards posed to future lunar infrastructure and astronauts from space debris impacting the moon," kata Benjamin Fernando dari Los Alamos National Laboratory.

Tabrakan roket ini juga dapat membantu NASA memahami bagaimana menghadapi bahaya ini, karena mereka berencana untuk membangun basis di dekat kutub selatan bulan melalui program Artemis. Scheiman mengatakan bahwa SpaceX bekerja sama dengan NASA untuk meminimalkan kemungkinan bahwa roket bekas dapat jatuh ke bulan di masa depan.

Sejarah Tabrakan Roket dengan Bulan

Ini bukanlah pertama kalinya roket menabrak bulan. Tahap ketiga roket Saturn V NASA pernah menabrak bulan pada beberapa misi Apollo. Pada Maret 2022, sebuah roket misterius menabrak bulan, membentuk kawah ganda yang aneh.

Identitas roket itu kemudian diketahui sebagai tahap atas roket Long March 3C yang diluncurkan oleh China pada Oktober 2014. Ini menunjukkan bahwa tabrakan roket dengan bulan bukanlah hal yang baru, dan bahwa ilmuwan harus terus memantau dan memahami bahaya ini untuk memastikan keamanan misi lunar di masa depan.