
Penerbangan MESSENGER ke Mercury: Misi Bersejarah NASA untuk Mengungkap Rahasia Planet Terdalam
Peluncuran MESSENGER
Pada 3 Agustus 2004, NASA meluncurkan pesawat antariksa MESSENGER dalam misi bersejarah untuk mengorbit planet Mercury. Nama MESSENGER merupakan singkatan dari MErcury Surface, Space ENvironment, GEochemistry, dan Ranging mission. Pesawat antariksa ini diluncurkan menggunakan roket Delta II dari Cape Canaveral Space Force Station di Florida pada pukul 6:15 pagi waktu timur dan menghabiskan enam setengah tahun untuk mencapai orbit Mercury.
Tantangan Misi
Mercury adalah planet yang unik dan menantang untuk dikunjungi. Letaknya yang dekat dengan matahari membuat pesawat antariksa harus memiliki kecepatan yang sangat tinggi untuk mencapai orbitnya. Namun, kecepatan yang tinggi ini juga berarti bahwa pesawat antariksa harus memiliki kemampuan untuk memperlambatkan diri agar tidak jatuh ke matahari. MESSENGER menggunakan gaya gravitasi Venus dan Mercury dengan melakukan beberapa kali terbang untuk memperlambatkan kecepatannya sebelum akhirnya mencapai orbit Mercury pada tahun 2011.
Penemuan MESSENGER
MESSENGER membuat beberapa penemuan yang mengejutkan selama misinya. Salah satu penemuan yang paling signifikan adalah bahwa inti Mercury sangat besar, yaitu sekitar 85% dari radius planet ini. Planet ini juga sangat datar, dengan perubahan ketinggian yang lebih sedikit dibandingkan dengan bulan dan Mars. Penemuan lain yang menarik adalah adanya deposit "radar-bright" di kawah-kawah di kutub Mercury, yang mungkin mengandung es air.
Misi Berakhir
Misi utama MESSENGER di Mercury berakhir pada tahun 2012, dan misinya diperpanjang dua kali. Pada tahun 2015, NASA mengakhiri misi MESSENGER dengan menjatuhkan pesawat antariksa ke permukaan Mercury.
Misi Baru
Saat ini, sebuah pesawat antariksa baru sedang dalam perjalanan ke Mercury. Misi BepiColombo, yang merupakan proyek bersama Jepang dan Badan Antariksa Eropa, meluncurkan dua orbiters ke Mercury pada tahun 2018 dan diharapkan tiba di planet ini pada bulan November.
Sejarah Antariksa
Bagi mereka yang ingin mengetahui lebih banyak tentang sejarah antariksa, silakan kunjungi arsip cerita "On This Day In Space" kami dan tonton video "On This Day In Space" di YouTube.
Penulis artikel ini, Hanneke Weitering, adalah seorang jurnalis multimedia yang berbasis di Pacific Northwest dan meliput tentang masa depan aviasi di FutureFlight.aero dan Aviation International News. Sebelumnya, dia bekerja sebagai editor untuk berita antariksa dan astronomi di Space.com. Dengan pengalaman lebih dari 10 tahun dalam jurnalisme sains, dia telah menulis untuk Scholastic Classroom Magazines, MedPage Today, dan The Joint Institute for Computational Sciences di Oak Ridge National Laboratory. Setelah menyelesaikan studi fisika di University of Tennessee, dia mendapatkan gelar master dalam bidang Science, Health, and Environmental Reporting (SHERP) dari New York University. Hanneke bergabung dengan tim Space.com pada tahun 2016 sebagai penulis staf dan produser, meliput topik-topik seperti penerbangan antariksa dan astronomi.