Peluncuran Roket Orbital Pertama di Inggris Ditunda karena Masalah Teknis

Peluncuran Roket Orbital Pertama di Inggris Ditunda karena Masalah Teknis

Published:

Peluncuran Roket RFA One Ditunda

Roket Factory Augsburg (RFA), sebuah startup Jerman, baru-baru ini mengumumkan penundaan peluncuran roket orbital pertamanya di Inggris. Peluncuran ini sebelumnya dijadwalkan pada bulan Agustus atau September, namun RFA belum mengumumkan tanggal baru. Penundaan ini disebabkan oleh "masalah dengan kendaraan yang memerlukan penyelidikan lebih lanjut", seperti yang disebutkan oleh RFA dalam pernyataannya.

Penyelidikan dan Perbaikan

RFA tidak mengungkapkan secara spesifik tentang masalah yang ditemukan, namun mereka berencana untuk melepas roket bertingkat dan memberikan informasi lebih lanjut setelah penyelidikan selesai. Situasi ini berarti bahwa Inggris harus menunggu beberapa minggu lagi untuk mencoba peluncuran vertikal pertamanya dari wilayah tersebut, di tengah keterbatasan kapasitas peluncuran global dan tuntutan untuk meningkatkan kemandirian penerbangan antariksa Eropa.

RFA One: Roket yang Dirancang untuk Peluncuran Satelit Kecil

RFA One adalah roket yang dirancang untuk meluncurkan satelit kecil dan memiliki tiga tingkat. Roket ini akan dilengkapi dengan tahap pertama yang dapat digunakan kembali dalam upaya untuk menurunkan biaya dan meningkatkan frekuensi peluncuran. RFA One dapat menargetkan berbagai orbit, termasuk geosinkron, polar, dan sun-sinkron.

Tantangan dalam Pengembangan Roket

Pengembangan roket baru seringkali mengalami masalah, terutama pada tahap akhir seperti pengujian terpadu atau peluncuran pertama. Hal ini disebabkan oleh kesulitan yang melekat dalam penerbangan antariksa. Namun, ada tekanan yang lebih besar pada perusahaan startup untuk mencapai tujuan mereka dengan cepat, baik untuk alasan komersial maupun pertahanan.

Permintaan Roket yang Tinggi

Permintaan roket yang tinggi disebabkan oleh peluncuran satelit batch besar untuk konstelasi satelit, seperti SpaceX Starlink, dan pusat data orbital yang direncanakan. Sementara itu, Departemen Pertahanan AS meminta perusahaan untuk meluncurkan lebih sering untuk misi keamanan, seperti misi VICTUS HAZE yang diluncurkan oleh Rocket Lab pada Juni hanya 16 jam dan 42 menit setelah menerima permintaan militer.

Konflik dan Kemandirian Penerbangan Antariksa

Konflik di Ukraina dan Iran, serta kegiatan pertahanan lainnya, telah mendorong negara-negara lain untuk meningkatkan kemandirian penerbangan antariksa mereka. Hal ini telah mempercepat pembangunan spaceport di yurisdiksi seperti Inggris, Eropa, dan Kanada.

RFA dan SaxaVord Spaceport

RFA telah berusaha untuk memposisikan dirinya sebagai salah satu perusahaan baru terkemuka di Eropa, setelah menerima lisensi operator penerbangan antariksa dari Otoritas Penerbangan Sivik Inggris pada Januari. Sementara itu, SaxaVord Spaceport bekerja untuk menjadi alternatif untuk pelabuhan peluncuran yang lebih tua dan sibuk, seperti Pusat Antariksa Guiana di Kourou.

Pernyataan dari Jörn Spurmann

"Ini adalah momen yang bersejarah bagi RFA dan industri antariksa Eropa," kata Jörn Spurmann, Chief Commercial Officer RFA, dalam sebuah pernyataan yang dirilis setelah perusahaan tersebut menerima lisensi. "Mendapatkan lisensi peluncuran pertama di luar situs yang telah ditetapkan oleh Badan Antariksa Eropa di Kourou bukan hanya sebuah tonggak regulasi, tetapi juga merupakan pengakuan yang kuat atas keunggulan teknis kami dan sebuah titik balik untuk inovasi antariksa Eropa."

Spekulasi tentang Falcon 9

Ada spekulasi di industri bahwa roket Falcon 9 yang populer dari SpaceX mungkin tidak akan menerima slot untuk seri Transporter di luar tahun 2028 atau 2029. Jika hal ini terjadi, permintaan kapasitas peluncuran yang beralih dari SpaceX dapat membuka lebih banyak peluang bagi perusahaan seperti Rocket Lab dan RFA One, asalkan lebih banyak roket siap pada waktunya.