
Neanderthal dalam Kandungan: Mirip dengan Manusia, Tapi Berbeda Setelah Lahir
Penemuan Penting
Bayi Neanderthal, bagaimana mereka tumbuh di dalam kandungan sebelum lahir ke dunia? Pertanyaan ini telah lama menggantung tanpa jawaban, hingga sebuah penemuan penting di Jerman membawa cahaya baru. Sebuah fragmen tulang berusia antara 50.000 hingga 60.000 tahun dari Gua Sesselfelsgrotte di Bavaria, Jerman, telah menjawab pertanyaan ini.
Rekonstruksi Pola Pertumbuhan
Para ilmuwan telah merekonstruksi pola pertumbuhan tulang janin Neanderthal menggunakan 12 fragmen tulang yang ditemukan di gua tersebut. Spesimen ini, yang diberi nama Sesselfelsgrotte 1, diperkirakan meninggal saat usia kandungannya sekitar 8 bulan, menjadikannya salah satu fosil janin Neanderthal paling lengkap yang pernah ditemukan. Mereka menggunakan teknologi micro-CT scan untuk menganalisis struktur jaringan tulang secara mendetail hingga tingkat mikroskopis.
Perbandingan dengan Manusia Modern
Hasil analisis kemudian dibandingkan dengan dua kerangka bayi Neanderthal lain dari situs La Ferrassie dan Le Moustier di Perancis, serta data dari janin dan bayi manusia modern. Temuan yang terbit di jurnal Royal Society Open Science mengungkap bahwa dalam kandungan, pertumbuhan tulang Sesselfelsgrotte 1 sangat mirip dengan janin Homo sapiens pada usia kehamilan yang sama. "Pemindaian mikro-CT pada mikroanatomi tulang dari fragmen femur, humerus, ulna, fibula, tiga tulang rusuk, mandibula, vertebra, dan tulang frontal Sesselfelsgrotte 1 mengungkapkan struktur jaringan tulang yang sebagian konsisten dengan gestasi trimester ketiga akhir pada H. sapiens," tulis para penulis studi.
Kemiripan dengan Bayi Prematur
Secara spesifik, Sesselfelsgrotte 1 paling mirip dengan bayi prematur Romano-Britania berusia 30 hingga 36 minggu yang ditemukan di situs arkeologi berusia kurang dari 2.000 tahun. Temuan ini mengisyaratkan bahwa sekitar sebulan sebelum lahir, laju pertumbuhan janin Neanderthal boleh dibilang setara dengan janin manusia modern. "Semua tulang menunjukkan pola mikroanatomis yang luas, konsisten dengan pertumbuhan janin manusia modern di trimester akhir menjelang usia delapan hingga sembilan bulan," tambah para penulis studi.
Perbedaan Setelah Lahir
Namun, kontras dengan kemiripan dalam kandungan, Neanderthal diketahui tumbuh jauh lebih cepat dari manusia modern setelah lahir. Para peneliti mengingatkan bahwa kesimpulan besar tidak bisa diambil hanya dari satu kerangka yang tidak lengkap. Namun demikian, temuan ini tetap menjadi titik awal yang penting untuk memahami biologi perkembangan Neanderthal sebelum kelahiran. "Analisis kami juga membawa informasi baru tentang perkembangan in utero kerangka Neanderthal, menunjukkan kemiripan luar biasa dengan mikrostruktur tulang janin manusia modern pada tahap akhir trimester terakhir kehamilan," tulis para penulis studi.
Penemuan yang Berharga
Penemuan ini membuka jalan baru untuk memahami perkembangan Neanderthal dan perbedaan dengan manusia modern. Dengan menggunakan teknologi canggih dan analisis yang teliti, para ilmuwan dapat memperoleh informasi yang berharga tentang sejarah evolusi manusia. Temuan ini juga menunjukkan bahwa Neanderthal memiliki kemiripan dengan manusia modern dalam beberapa aspek, tetapi juga memiliki perbedaan yang signifikan dalam perkembangan setelah lahir.