Lukisan Prasejarah 67.800 Tahun di Sulawesi Pecahkan Rekor Dunia

Lukisan Prasejarah 67.800 Tahun di Sulawesi Pecahkan Rekor Dunia

Published:

Penemuan Lukisan Prasejarah

Lukisan cap tangan purba yang ditemukan di dalam Gua Liang Metanduno, Pulau Muna, Sulawesi Tenggara, Indonesia, secara resmi dinobatkan oleh Guinness World Records sebagai lukisan seni non-figuratif tertua di dunia, dengan umur minimal 67.800 tahun.

Penelitian panjang ini dipimpin oleh kolaborasi apik para ahli lintas negara, termasuk Dr. Adhi Agus Oktaviana, peneliti dan pakar arkeometri dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Indonesia, bersama Prof. Adam Brumm dan Prof. Maxime Aubert dari Griffith University, Australia.

Cerita Unik di Balik Penobatan

Di balik penobatan gelar bergengsi ini, ternyata ada cerita unik yang belum banyak diketahui publik. Pihak Guinness World Records rupanya secara proaktif mencari tim peneliti Indonesia justru melalui media sosial. Dr. Adhi Agus Oktaviana menceritakan bagaimana awal mula timnya dihubungi oleh pihak GWR hingga akhirnya disiapkan sertifikat resmi untuk kategori oldest rock painting non-figurative art. "Kemarin sih tim Guinness World Records yang kontak kita ya, lewat IG pertama. Terus tanya kapan mau dikasih katanya sertifikat tentang oldest rock painting non-figurative art ya," kata Adhi.

Rekognisi Internasional

Adhi mengaku bahwa tim peneliti sama sekali tidak menduga akan mendapatkan rekognisi dari lembaga rekor dunia tersebut. "Nah yang kita juga surprise sih... dan enggak menyangka gitu dikontak dari GWR," imbuhnya dengan nada sumringah. Sebelum menyabet rekor dunia dari GWR, riset mendalam mengenai seni cadas di Sulawesi ini sebenarnya sudah berulang kali mencuri perhatian dunia dan meraih penghargaan bergengsi.

Perjalanan Berburu Lukisan Purba

Menemukan rekor dunia tentu tidak terjadi dalam semalam. Perjalanan berburu lukisan purba di Sulawesi ini ternyata sudah dimulai sejak tahun 2012, bermula dari semenanjung barat daya sebelum akhirnya bergeser ke arah tenggara dan menyeberang ke Pulau Muna. Tim arkeologi ini tercatat pernah dianugerahi Penghargaan Achmad Bakri ke-18 pada tahun 2022. Tidak hanya itu, reputasi global mereka juga terbukti lewat penghargaan dari Shanghai Archaeology Forum (SAF) di China pada tahun 2023 lalu.

Penemuan Lukisan Gua Menakjubkan

Melalui publikasi-publikasi ilmiah sebelumnya, tim peneliti yang sama telah mengungkap berbagai lini masa lukisan gua menakjubkan di Sulawesi. Mulai dari lukisan adegan berburu (hunting scene), temuan di Liang Tedong berumur 45.500 tahun, hingga penemuan terbaru di tahun 2024 mengenai lukisan gua naratif (narrative cave art) di Liang Karangpuang yang berusia 51.000 tahun.

Dengan penemuan lukisan prasejarah ini, Indonesia telah membuktikan bahwa negara kita memiliki sejarah yang kaya dan menarik, serta memiliki potensi untuk menjadi salah satu pusat penelitian arkeologi terkemuka di dunia.