
Cap Tangan Tertua Dunia di Muna, Kisah Peneliti BRIN yang Berawal dari Rasa Penasaran
Penemuan Cap Tangan Tertua Dunia
Indonesia baru-baru ini memecahkan rekor dunia dengan menemukan cap tangan prasejarah tertua di dunia, yang berusia minimal 67.800 tahun. Penemuan ini dilakukan oleh Dr. Adhi Agus Oktaviana, peneliti dan pakar arkeometri dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Indonesia, di Gua Liang Metanduno, Pulau Muna, Sulawesi Tenggara.
"Saya kok penasaran gitu. Kenapa di Gua Metanduno belum ada laporan (cap tangan)?" kenang Dr. Adhi, yang telah meneliti wilayah Muna sejak tahun 2015. Rasa penasaran itu membawanya masuk jauh ke dalam gua, di mana tim pertama kali menemukan tiga buah cap tangan di langit-langit bongkahan batu besar.
Kisah Penemuan Cap Tangan
Kisah penemuan cap tangan ini bermula pada tahun 2015, ketika Dr. Adhi terlibat dalam proyek pembuatan buku gambar cadas prasejarah Indonesia. Ia ditugaskan untuk meneliti wilayah Muna bersama tim dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan serta mendiang pakar ahli prasejarah, Pak Pindi Setiawan. Saat mempelajari laporan-laporan penelitian terdahulu, Gua Liang Metanduno tercatat sebagai salah satu gua terbesar dengan koleksi lukisan prasejarah terbanyak. Namun, anehnya, tidak ada satu pun laporan yang menyebutkan adanya lukisan cap tangan di sana. Dr. Adhi kemudian memutuskan untuk mencari lebih dalam ke area belakang gua, di mana ia menemukan deretan cap tangan yang tertutup oleh coraloid speleothem.
Penanggalan Cap Tangan
Menariknya, saat pertama kali ditemukan pada tahun 2015, Dr. Adhi sama sekali tidak menyangka bahwa cap tangan tersebut akan memecahkan rekor dunia. Berdasarkan data publikasi tahun 2014, lukisan serupa di kawasan lain rata-rata "hanya" berusia sekitar 17.000 hingga 20.000 tahun. "Menurutku mungkin ya enggak setua 40.000 tahun lah," ujarnya.Penemuan cap tangan tertua dunia ini telah dinobatkan sebagai pemecah rekor oleh Guinness World Records (GWR). Dr. Adhi berharap bahwa penemuan ini dapat membantu meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya melestarikan warisan budaya dan sejarah Indonesia.
Perjuangan Panjang
Penemuan cap tangan tertua dunia ini tidaklah mudah. Dr. Adhi dan timnya harus menghadapi banyak tantangan, termasuk perdebatan kecil di dalam gua tentang bentuk cap tangan yang samar. Namun, Dr. Adhi yakin bahwa itu adalah cap tangan manusia purba dan memutuskan untuk mencari lebih dalam.
Perjuangan panjang ini akhirnya membuahkan hasil manis. Penemuan cap tangan tertua dunia ini telah membuka pintu baru bagi penelitian tentang sejarah dan budaya Indonesia. Dr. Adhi berharap bahwa penemuan ini dapat membantu meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya melestarikan warisan budaya dan sejarah Indonesia.
Kesimpulan
Penemuan cap tangan tertua dunia di Muna, Sulawesi Tenggara, adalah sebuah penemuan yang luar biasa. Penemuan ini telah membuka pintu baru bagi penelitian tentang sejarah dan budaya Indonesia. Dr. Adhi dan timnya telah menunjukkan bahwa dengan kerja keras dan dedikasi, kita dapat menemukan hal-hal yang luar biasa dan membantu meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya melestarikan warisan budaya dan sejarah Indonesia.