Teori Lubang Hitam "Bocor" Stephen Hawking Mendapat Pembaharuan Penting

Teori Lubang Hitam "Bocor" Stephen Hawking Mendapat Pembaharuan Penting

Published:

Teori Lubang Hitam yang Lebih Sederhana

Teori lubang hitam "bocor" yang terkenal dari Stephen Hawking telah menjadi paradigma selama 50 tahun, namun memiliki keterbatasan serius. Sekarang, para ilmuwan telah menemukan alternatif yang lebih sederhana untuk menjelaskan fenomena ini, yaitu dengan menggunakan konsep entropi. Entropi adalah ukuran ketidakberaturan atau ketidakpastian dalam suatu sistem, dan dapat digunakan untuk menjelaskan perilaku lubang hitam dalam berbagai situasi.

Abhay Ashtekar, pemimpin tim peneliti dari Eberly College of Science di Penn State University, mengatakan bahwa "Hukum mekanika lubang hitam yang dikembangkan oleh Hawking telah memberikan koneksi yang memuaskan antara fisika ekstrem dan fisika biasa, namun memiliki keterbatasan serius. Mereka diformulasikan untuk lubang hitam yang berada dalam kesetimbangan, namun lubang hitam selalu berubah; mereka terbentuk, bergabung, dan akhirnya menguap."

Asal Mula Lubang Hitam

Untuk memahami asal mula lubang hitam, kita harus kembali ke teori gravitasi yang dikembangkan oleh Albert Einstein pada tahun 1915. Teori relativitas umum Einstein memprediksi kemungkinan adanya singularitas, yaitu titik di mana persamaan gravitasi menjadi tak terhingga. Singularitas ini merupakan inti dari lubang hitam. Selain itu, teori relativitas umum juga memprediksi adanya daerah di sekitar singularitas di mana gravitasi sangat kuat sehingga kecepatan pelarian dari daerah tersebut melebihi kecepatan cahaya. Daerah ini disebut horizon peristiwa, yang mencegah kita melihat singularitas di inti lubang hitam atau menerima informasi dari sana.

Sebelum karya Hawking pada tahun 1974, diyakini bahwa tidak ada yang dapat melarikan diri dari lubang hitam. Namun, Hawking menemukan bahwa lubang hitam sebenarnya dapat memancarkan radiasi termal, yang kemudian dikenal sebagai radiasi Hawking. Penemuan ini mengubah paradigma tentang sifat termodinamika lubang hitam, dan membuka pintu untuk menemukan analogi antara lubang hitam dan sistem termodinamika lainnya.

Alternatif Baru

Penelitian terbaru menunjukkan bahwa alternatif baru dapat digunakan untuk menjelaskan perilaku lubang hitam, yaitu dengan menggunakan konsep horizon dinamis. Horizon dinamis sudah digunakan dalam simulasi lubang hitam, dan sekarang dapat digunakan untuk memahami perilaku lubang hitam yang berubah-ubah. Dengan menggunakan horizon dinamis, kita dapat menerapkan hukum termodinamika pertama dan kedua pada lubang hitam, bahkan ketika mereka berada dalam keadaan dinamis.

Jonathan Shu, anggota tim peneliti, mengatakan bahwa "ini memungkinkan kita untuk memperluas hukum termodinamika pertama dan kedua pada lubang hitam yang tidak berada dalam kesetimbangan, sehingga mengatasi keterbatasan paradigma yang telah digunakan selama lebih dari setengah abad. Kita dapat menerapkan hukum-hukum ini untuk memahami lubang hitam yang menguap dalam teori kuantum dan penggabungan lubang hitam."

Penelitian ini telah dipublikasikan dalam jurnal Physical Review Letters pada bulan Juni. Dengan demikian, kita dapat memahami lebih baik tentang perilaku lubang hitam dan sifat-sifatnya, serta membuka pintu untuk penelitian lebih lanjut dalam bidang fisika dan astronomi.