Stasiun Luar Angkasa Internasional Bakal Dijatuhkan, Apa Bahayanya Bagi Lautan?

Stasiun Luar Angkasa Internasional Bakal Dijatuhkan, Apa Bahayanya Bagi Lautan?

Published:

Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS) dan Rencana Penurunannya

Rencana NASA untuk menjatuhkan Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS) dari orbitnya dalam beberapa tahun ke depan telah menimbulkan sorotan. Menurut rencana NASA, ISS akan dijatuhkan dari orbitnya melalui serangkaian tindakan yang akan dimulai pada awal hingga pertengahan tahun 2028.

Pertama, ISS akan diturunkan melalui kombinasi seretan atmosfer alami dan manuver oleh segmen Rusia di ISS. Kemudian, pada pertengahan 2029, NASA berencana meluncurkan Kendaraan Deorbit yang dipasok SpaceX dan didanai pemerintah, serta memasangkannya ke ISS. Kendaraan ini akan mendorong ISS jatuh menuju 'kuburan' di lautan yang disebut Point Nemo.

Kekhawatiran Pakar Ekologi

Namun, rencana penurunan ISS ini menimbulkan kekhawatiran serius bagi kesehatan laut. The Ocean Foundation, kelompok di Washington dengan misi meningkatkan kesehatan laut global, mengatakan bahwa rencana penurunan ISS ini menimbulkan kekhawatiran serius bagi kesehatan laut.

Mark Spalding, Presiden The Ocean Foundation, mengatakan bahwa ada celah struktural mengkhawatirkan dalam hukum internasional terkait penggunaan lautan sebagai tempat pembuangan. "Jika puing jatuh di wilayah negara lain atau merusak properti, negara peluncur wajib memberikan kompensasi secara mutlak dan tanpa perlu membuktikan kesalahan. Namun perlindungan yang setara tidak ada untuk lautan," ungkapnya.

Dampak Terhadap Ekosistem Laut

Spalding mempertanyakan apa yang akan terjadi pada ekosistem dan makhluk laut tempat ISS itu mendarat. "Jawaban jujurnya kita tak sepenuhnya tahu. Ini sangat mengkhawatirkan untuk sebuah struktur sebesar lapangan bola. Kita tahu bahwa tak semuanya akan habis terbakar saat masuk atmosfer. Komponen yang lebih padat akan bertahan dan mencapai dasar laut," tambah Spalding.

Material padat apa saja yang berasal dari re-entry ISS dan bahaya yang mungkin ditimbulkannya terhadap kehidupan laut belum dipelajari atau diungkap secara memadai. Selain itu, kerusakan lingkungan yang mungkin dimulai sebelum puing menghantam air juga mengkhawatirkan. Sebagai peristiwa masuknya objek ke atmosfer terbesar dalam sejarah, dampak kumulatif terhadap atmosfer dari jatuhnya ISS patut dipelajari serius.

Perlindungan Lautan

Spalding menegaskan bahwa laut dan makhluk di dalamnya berhak mendapat perlindungan yang sama seperti yang diberikan hukum internasional ke wilayah suatu negara. "Keterpencilan laut dari infrastruktur manusia tak boleh disalahartikan sebagai kurangnya nilai atau tak adanya kerentanan," tegasnya.

Oleh karena itu, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut tentang dampak penurunan ISS terhadap ekosistem laut dan kerusakan lingkungan yang mungkin terjadi. Selain itu, perlu dilakukan upaya untuk meningkatkan kesadaran dan perlindungan terhadap laut dan makhluk di dalamnya.