Roket Vikram-1 Siap Membuat Sejarah di India dengan Peluncuran Orbit Pertama

Roket Vikram-1 Siap Membuat Sejarah di India dengan Peluncuran Orbit Pertama

Published:

Peluncuran Sejarah

Roket Vikram-1, yang dikembangkan oleh Skyroot Aerospace, siap membuat sejarah di India dengan peluncuran orbit pertamanya. "Kami ingin mempersiapkan diri sebaik mungkin dan mendapatkan sebanyak mungkin data dari peluncuran, sehingga kami dapat mencapai peluncuran yang cepat dan sering secepat mungkin," kata Pawan Kumar Chandana, co-founder dan CEO Skyroot Aerospace.

Perjalanan Panjang

Perjalanan Skyroot Aerospace dimulai pada tahun 2018, ketika Chandana dan co-founder Bharath Daka meninggalkan Indian Space Research Organisation (ISRO) untuk mendirikan perusahaan. Pada saat itu, industri peluncuran swasta di India hampir tidak ada. Namun, dengan kepercayaan bahwa India dapat menjadi basis yang menarik untuk peluncuran komersial, mereka memulai perjalanan panjang untuk mencapai tujuan mereka.

Peluncuran Vikram-S

Pada tahun 2022, Skyroot Aerospace berhasil meluncurkan roket suborbital Vikram-S, yang menjadi roket swasta pertama di India yang mencapai ruang angkasa. Meskipun demikian, pengembangan roket yang dapat mencapai orbit membutuhkan waktu empat tahun lagi. Roket Vikram-1, yang memiliki ukuran empat kali lebih besar dari Vikram-S, harus mencapai ketinggian 280 mil (450 kilometer) dan mempercepat payloadnya hingga sekitar 8 km (5 mil) per detik untuk tetap berada di orbit sekitar Bumi.

Misi Aagaman

Misi Aagaman, yang berarti "kedatangan" dalam bahasa Sanskerta, akan meletakkan beberapa payload pelanggan ke orbit Bumi rendah. Payload tersebut termasuk satelit SCOPE milik Skyroot, demonstrasi teknologi dari perusahaan Jerman DCUBED, satelit SOLARAS S3 dari startup India Grahaa Space, dan lengan robot Embrace yang dirancang untuk menangkap sampah di orbit, dari perusahaan India Cosmoserve Space.

Target Besar

Chandana mengatakan bahwa Skyroot Aerospace berencana untuk mengembangkan kendaraan peluncuran yang lebih besar yang dapat membawa payload yang lebih berat, serta menginvestasikan teknologi roket yang dapat digunakan kembali untuk mengurangi biaya peluncuran. "Ada pasar yang menarik untuk payload yang lebih besar dan kendaraan yang lebih besar juga," katanya.

Peran Pemerintah

Pemerintah India telah memainkan peran penting dalam mendukung industri peluncuran swasta di negara tersebut. Pada tahun 2020, pemerintah membuka sektor ruang angkasa untuk perusahaan swasta dengan mendirikan Indian National Space Promotion and Authorization Center (IN-SPACe). Langkah ini diikuti oleh kebijakan ruang angkasa baru pada tahun 2023, yang memungkinkan startup untuk merancang, menguji, dan meluncurkan teknologi ruang angkasa mereka sendiri, serta memberikan akses ke fasilitas peluncuran ISRO.

Masa Depan

Skyroot Aerospace telah tumbuh menjadi perusahaan yang bernilai 1,1miliarsetelahmengumpulkan1,1 miliar setelah mengumpulkan 60 juta pada bulan Mei. Perusahaan ini berencana untuk terus mengembangkan teknologi dan meningkatkan kemampuan peluncuran. Dengan peluncuran Vikram-1, Skyroot Aerospace siap membuat sejarah di India dan membuka jalan bagi industri peluncuran swasta di negara tersebut.