Perusahaan Jepang Pesan 1.100 Pon Cargo di Misi Bulan SpaceX Starship

Perusahaan Jepang Pesan 1.100 Pon Cargo di Misi Bulan SpaceX Starship

Published:

Perusahaan Jepang ispace Mengembangkan Rencana Bulan dengan SpaceX

Perusahaan Jepang ispace baru saja mengumumkan bahwa mereka telah memesan 1.100 pon (500 kilogram) ruang kargo di roket Starship milik SpaceX untuk misi ke bulan yang dapat diluncurkan pada tahun 2030. Kesepakatan ini bernilai $50 juta, menurut sumber Tokyo Brief.

"Kami sangat senang dapat menawarkan layanan akses bulan baru dengan menggunakan ruang kargo Starship melalui kerja sama kami dengan SpaceX," kata Takeshi Hakamada, pendiri dan CEO ispace, dalam sebuah pernyataan. "Transportasi bulan dengan kapasitas tinggi dan biaya relatif rendah, seperti yang disediakan oleh Starship, sangat penting untuk mewujudkan ekonomi bulan yang berkelanjutan yang menjadi tujuan ispace."

Rencana Misi Bulan ispace dengan Starship

Misi bulan ispace dengan Starship akan meluncurkan sistem kargo mobile baru yang dapat mengangkut hingga 1.100 pon (500 kg) di permukaan bulan. Sistem ini dirancang untuk membawa kargo ke bulan dengan biaya yang relatif rendah dan efisien. ispace telah bekerja sama dengan SpaceX sebelumnya, dengan meluncurkan rover bulan HAKUTO-R menggunakan roket Falcon 9 pada tahun 2022 dan 2025.

Starship adalah roket super berat yang dirancang untuk diluncurkan kembali dan dapat membawa hingga 150 ton (136 metrik ton) ke orbit bumi rendah. Roket ini telah dikembangkan selama beberapa tahun, dengan harapan bahwa akan siap digunakan pada tahun 2024. Namun, perkembangan roket ini telah mengalami beberapa penundaan, sehingga target peluncuran telah bergeser beberapa kali.

NASA dan ispace: Mitra dalam Misi Bulan

NASA juga telah bekerja sama dengan ispace dan SpaceX untuk misi bulan. Badan antariksa AS ini telah memesan Starship sebagai lander bulan untuk misi Artemis IV, yang dijadwalkan akan diluncurkan pada tahun 2028. ispace juga berencana untuk meluncurkan tiga misi pendaratan bulan dengan kendaraan ULTRA Lander pada tahun 2028, 2029, dan 2030.

"Munculnya roket dengan kemampuan mengangkut payload besar ke bulan diharapkan dapat mempercepat pengerjaan infrastruktur bulan, termasuk daya, komunikasi, konstruksi, data, dan mobilitas," kata ispace dalam pernyataan mereka. "Pembangunan infrastruktur inti di permukaan bulan akan mengurangi hambatan yang menghambat proyek infrastruktur berikutnya, sehingga memungkinkan ekspansi cepat dalam transportasi payload bulan yang relatif kecil untuk tujuan seperti validasi teknologi, eksplorasi, dan pengembangan bisnis."

Peran ispace dalam Misi Bulan

ispace berencana untuk menjadi pemain kunci dalam misi bulan yang akan datang. Dengan memesan ruang kargo di Starship, perusahaan ini dapat membawa kargo ke bulan dengan biaya yang relatif rendah dan efisien. ispace juga berencana untuk mengembangkan sistem kargo mobile yang dapat membawa payload ke bulan dengan kapasitas yang lebih besar.

Dengan demikian, ispace dan SpaceX akan bekerja sama untuk mewujudkan ekonomi bulan yang berkelanjutan dan mempercepat pengerjaan infrastruktur bulan. Misi bulan ini akan menjadi langkah penting dalam eksplorasi dan pengembangan bulan, dan ispace berencana untuk menjadi bagian dari proses ini.