Penemuan Vila Romawi Tersembunyi di Pinggir Roma

Penemuan Vila Romawi Tersembunyi di Pinggir Roma

Published:

Penemuan yang Tak Terduga

Italia baru saja menemukan harta karun baru dari masa kejayaan Kekaisaran Roma, berkat penjarahan makam yang hampir sempurna. Semuanya bermula dari laporan warga yang curiga akan aktivitas mencurigakan di sebuah lahan milik pemerintah di desa Castel di Guido, sekitar 20 kilometer dari pusat Kota Roma.

Operasi Penjarahan

Ketika unit Karabinieri tiba di lokasi, mereka segera mengenali tanda-tanda klasik aktivitas penjarah makam: tumpukan tanah kecil yang mencurigakan, pekerjaan yang berlangsung di malam hari, dan tidak adanya tanda izin penggalian resmi. Sekelompok kecil orang ternyata menggunakan ekskavator untuk menembus ke dalam sebuah rongga besar di bawah tanah, di bagian tersembunyi dari properti yang dilindungi pagar, yang mereka potong untuk masuk.

Penemuan Vila Kuno

Dalam hitungan hari, operasi ilegal itu dihentikan. Meski para pelaku berhasil melarikan diri, apa yang ditemukan otoritas di lokasi itu jauh melampaui ekspektasi siapapun: sebuah vila kuno yang belum pernah diketahui sebelumnya, dengan artefak-artefak yang terpelihara dengan sempurna. Kawasan Castel di Guido pada masa Kekaisaran Roma, antara 27 SM hingga abad ke-5 Masehi, dikenal sebagai Lorium, sebuah permukiman istana-istana kediaman mewah.

Lorium, Destinasi Favorit Para Kaisar

Lorium adalah destinasi favorit para kaisar besar Roma, termasuk Hadrian, Antoninus Pius, dan Marcus Aurelius. Vila yang ditemukan ini masih dalam proses penggalian dan penelitian. Hingga saat ini, para arkeolog telah berhasil mengungkap sebuah aula masuk yang megah lengkap dengan atrium dan kolam cekung (impluvium), dikelilingi lantai mosaik dengan desain botanikal dan geometris berwarna hitam dan putih yang rumit dan memukau.

Temuan yang Luar Biasa

Alessia Contino, arkeolog dari Special Superintendency of Rome yang mensurvei vila tersebut, mengungkapkan bahwa temuan di situs ini mencakup berbagai hal yang luar biasa, mulai dari mosaik mewah hingga pekerjaan marmer yang sangat detail. Di antara temuan paling mencolok adalah sisa-sisa sebuah patung yang diyakini menggambarkan Silvanus, dewa pedesaan dalam mitologi Romawi, yang memegang seekor hewan kecil di satu tangan dan keranjang berhias burung di tangan lainnya.

"Kualitas dekorasi yang luar biasa ini membuktikan bahwa vila ini milik anggota terkemuka aristokrasi Romawi yang memiliki hubungan erat dengan istana kekaisaran," kata Contino saat mengumumkan temuan ini.

Respons Cepat Pihak Berwenang

Menteri Kebudayaan Italia Alessandro Giuli menegaskan bahwa respons cepat pihak berwenang menjadi kunci penyelamatan situs bersejarah ini. "Dalam hanya beberapa hari, pejabat dari Kementerian Kebudayaan bekerja sama dengan Karabinieri menghentikan operasi clandestine tersebut. Mereka mengamankan kawasan arkeologi dan membawa ke cahaya sisa-sisa vila megah era Kekaisaran di pedesaan Roma, tempat kediaman kekaisaran dinasti Antonine pernah berdiri," ujar Giuli dalam pernyataan resminya.

Kerusakan dan Repatriasi

Meski demikian, sebagian struktur vila mengalami kerusakan ringan akibat penggunaan ekskavator, linggis, dan bor oleh para penjarah. Belum diketahui apakah ada artefak yang berhasil dicuri sebelum operasi dihentikan. Kasus ini bukan yang pertama. Selama puluhan tahun, penjarah makam telah menjarah situs-situs arkeologi di seluruh Italia dan menjual temuannya di pasar gelap internasional.

Banyak artefak penting berakhir di museum-museum di seluruh dunia, berkat para pedagang seni yang memalsukan dokumen asal-usul atau menyelundupkannya keluar negeri. Dalam beberapa dekade terakhir, upaya repatriasi telah berhasil mengembalikan banyak artefak tersebut — termasuk beberapa dari museum-museum di Amerika Serikat.