
Penemuan Exoplanet "Hot Jupiter" yang Aneh dengan Hotspot di Tempat yang Salah
Exoplanet yang Membuat Astronom Bingung
Penemuan exoplanet "Hot Jupiter" yang aneh telah membuat astronom bingung. Exoplanet ini memiliki hotspot di tempat yang salah, dan para ilmuwan belum mengetahui bagaimana hal ini terjadi. "Saya sangat menyukai mencari planet-planet yang tidak sesuai dengan gambaran standar — dan melakukan sedikit penyelidikan misteri," kata Aurora Kesseli, pemimpin tim penelitian dari NASA Exoplanet Science Institute (NExScI).
Apa yang Membuat CoRoT-2 b Begitu Aneh?
CoRoT-2 b adalah exoplanet yang memiliki massa 3,5 kali massa Jupiter dan ukuran 1,5 kali ukuran Jupiter. Exoplanet ini berlokasi sekitar 696 tahun cahaya dari Bumi dan mengorbit bintangnya dalam waktu hanya 41 jam. Yang membuat CoRoT-2 b begitu aneh adalah bahwa exoplanet ini tidak terkunci secara tidal, artinya tidak memiliki sisi yang selalu menghadap bintangnya. Hal ini berbeda dengan kebanyakan exoplanet "Hot Jupiter" lainnya yang terkunci secara tidal.
Penyelidikan Lebih Lanjut
Kesseli dan timnya melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk memahami fenomena ini. Mereka menemukan bahwa CoRoT-2 b memiliki hotspot di arah yang berlawanan dengan orbitnya. Hal ini tidak sesuai dengan harapan, karena biasanya exoplanet "Hot Jupiter" memiliki hotspot di sisi yang menghadap bintangnya. Kesseli dan timnya menyelidiki tiga kemungkinan alasan untuk abnormalitas ini.
Pengaruh Tidal Locking terhadap Kehidupan di Exoplanet
Kesseli menjelaskan bahwa kondisi tidal locking sangat penting untuk dipahami karena zona habitabel untuk planet-planet di sekitar bintang M dwarf berada dalam zona tidal locking. "Cara sebuah planet berputar sangat mempengaruhi bagaimana planet tersebut mendistribusikan panasnya, dan oleh karena itu mempengaruhi habitabilitasnya," kata Kesseli. "Untuk sebuah planet yang terkunci secara tidal, suhu, angin, dan iklim akan terlihat sangat berbeda dibandingkan dengan planet yang tidak terkunci secara tidal."
Penemuan Baru tentang CoRoT-2 b
Kesseli dan timnya melakukan pengukuran kecepatan CoRoT-2 b dan menemukan bahwa satu hari di exoplanet ini sekitar tiga hari Bumi, yang hampir dua kali lebih lama dari tahunnya yang berlangsung sekitar 1,5 hari Bumi. Hal ini berarti bahwa hari di CoRoT-2 b lebih singkat dari tahunnya, dan exoplanet ini telah membuat hampir dua orbit sekitar bintangnya sebelum menyelesaikan satu rotasi. "Saya sangat terkejut ketika saya mencoba beberapa metode dan saya seperti, 'Aha! Ini sebenarnya seperti salah satu dari tiga hipotesis!' Melihat data yang jelas menunjukkan salah satu dari mereka sangat menyenangkan," kata Kesseli.
Langkah Selanjutnya
Langkah selanjutnya untuk Kesseli adalah menemukan apa yang menyebabkan rotasi lambat CoRoT-2 b. "Exoplanet 'Hot Jupiter' adalah jenis planet pertama di mana kita dapat benar-benar menjelajahi dan memperbarui model iklim mereka," kata Kesseli. "Dengan generasi teleskop berikutnya seperti Habitable Worlds Observatory dan Extremely Large Telescope, kita akan dapat melakukan pengukuran yang lebih mendalam di lebih banyak planet, mungkin bahkan planet yang dapat dihuni."