Misi NASA Lucy: Mengungkap Rahasia Asteroid dan Jejak Air di Luar Angkasa

Misi NASA Lucy: Mengungkap Rahasia Asteroid dan Jejak Air di Luar Angkasa

Published:

Penemuan yang Mengubah Pandangan

Misi antariksa Lucy milik NASA sedang dalam perjalanan ambisius untuk mengunjungi delapan asteroid dalam 12 tahun, dan asteroid 52246 Donaldjohanson atau "DJ" adalah target kedua yang dikunjungi pada April 2025. DJ adalah sebuah batu angkasa berukuran 8 kilometer yang mungkin terdengar biasa saja di alam semesta yang maha luas, tapi bagi para ilmuwan NASA, asteroid ini menyimpan petunjuk tentang masa lalu tata surya yang jauh lebih kaya dari yang dibayangkan, termasuk soal keberadaan air cair di awal pembentukannya.

Asal Usul Nama Misi Lucy

Nama misi ini bukan kebetulan, Lucy diambil dari nama fosil Australopithecus yang ditemukan pada 1974—kerangka salah satu leluhur manusia yang hidup sekitar 3 juta tahun lalu. Seperti fosil itu memberi kita jendela ke masa lalu evolusi manusia, asteroid-asteroid yang dikunjungi Lucy diharapkan membuka jendela ke masa lalu pembentukan planet. Asteroid Donaldjohanson sendiri dinamai untuk menghormati Donald Johanson, paleoantropolog Amerika yang menemukan fosil Lucy tersebut.

Penemuan yang Mengubah Pandangan

"Ia telah menjadi semacam tolok ukur. Saya rasa lebih dari sekadar kerangka, orang-orang mengenali penemuan ini sebagai seorang individu," kata Johanson kepada IFLScience pada November 2024, saat peringatan 50 tahun penemuan fosil itu. Asteroid DJ diperkirakan terbentuk sekitar 150 juta tahun lalu dari sebuah tabrakan katastrofik di sabuk asteroid bagian dalam tata surya.

Sejarah Keluarga Asteroid

Benturan itu menciptakan sekitar 2.000 batu angkasa yang kini dikenal sebagai Keluarga Erigone—dinamai setelah asteroid 163 Erigone, salah satu anggotanya. Dengan mempelajari DJ secara mendetail, para ilmuwan sebenarnya sedang membaca sejarah seluruh keluarga asteroid tersebut sekaligus. "Lintasan terbang melewati DJ memungkinkan kami mendapatkan pemahaman mendalam tentang pembentukan dan evolusinya, juga berkat fakta menguntungkan bahwa DJ merupakan bagian dari keluarga asteroid yang masih muda," kata Simone Marchi dari Southwest Research Institute di Boulder, Colorado.

Penemuan yang Mengubah Pandangan

Foto-foto yang dikirimkan Lucy memperlihatkan wajah DJ yang tak terduga: asteroid ini terdiri dari dua gundukan berbatu yang dipenuhi kawah, tersambung oleh sebuah leher yang permukaannya tampak mulus dan halus. Berdasarkan hitungan kawah yang terlihat, usia permukaan asteroid ini diperkirakan sekitar 155 juta tahun. Namun ada keanehan yang justru lebih menarik perhatian para ilmuwan, yaitu jejak air yang ditemukan di asteroid ini.

Jejak Air di Asteroid

Penemuan jejak air di asteroid DJ ini sangat penting karena dapat membantu para ilmuwan memahami bagaimana air cair dapat terbentuk di awal pembentukan tata surya. "Penemuan ini sangat menarik karena dapat membantu kita memahami bagaimana air cair dapat terbentuk di awal pembentukan tata surya," kata salah satu ilmuwan yang terlibat dalam misi Lucy. Dengan demikian, misi Lucy telah membuka jendela baru untuk memahami sejarah tata surya dan bagaimana air cair dapat terbentuk di awal pembentukannya.