Misi Artemis III: NASA Siap Mengirimkan Kru ke Bulan dengan Misi yang Lebih Kompleks

Misi Artemis III: NASA Siap Mengirimkan Kru ke Bulan dengan Misi yang Lebih Kompleks

Published:

Sejarah Baru di Bulan

Lebih dari setengah abad setelah manusia terakhir kali menginjakkan kaki di Bulan, NASA kini selangkah lebih dekat untuk mengulang sejarah itu dengan misi Artemis III. Pada 9 Juni 2026, badan antariksa Amerika Serikat tersebut resmi mengumumkan empat astronaut yang akan mengemban misi ini — sebuah penerbangan uji coba yang digadang-gadang sebagai salah satu misi paling kompleks yang pernah dilakukan manusia di luar angkasa.

Kru Misi Artemis III

Mereka adalah Randy Bresnik (komandan, NASA), Luca Parmitano (pilot, ESA), serta Andre Douglas dan Frank Rubio (spesialis misi, NASA). Satu anggota cadangan turut disiapkan, yaitu Robert Hines dari NASA. Kru ini dipilih karena memiliki pengalaman dan kemampuan yang luar biasa dalam bidang penerbangan ekstrem dan penelitian luar angkasa.

Misi yang Di Jadwalkan pada 2027

Misi yang dijadwalkan pada 2027 ini dirancang sebagai penerbangan uji coba di orbit rendah Bumi (low Earth orbit), dengan tujuan utama menguji kemampuan berlabuh (docking) antara kapsul Orion milik NASA dengan wahana pendarat Bulan komersial yang sedang dikembangkan oleh SpaceX (Starship) dan Blue Origin (Blue Moon). Misi ini akan berlangsung hampir dua minggu — empat hari lebih lama dari misi Artemis II sebelumnya yang berlangsung 10 hari.

Tujuan Misi Artemis III

Tambahan waktu ini dimanfaatkan NASA untuk menguji sistem pendukung kehidupan, prosedur docking di orbit, serta sejumlah pengamatan ilmiah tentang atmosfer Bumi dan cuaca antariksa. "Artemis III adalah salah satu misi paling kompleks yang pernah NASA lakukan. Untuk pertama kalinya, NASA akan mengoordinasikan kampanye peluncuran yang melibatkan beberapa wahana antariksa dan mengintegrasikan kemampuan baru ke dalam operasi Artemis," kata Jeremy Parsons, pelaksana wakil administrator NASA untuk Program Moon to Mars.

Pengalaman Kru Misi

Randy Bresnik, sang komandan, bukan orang baru di dunia penerbangan ekstrem. Ia adalah mantan pilot uji F/A-18 dan veteran misi Space Shuttle STS-129. Bresnik bahkan pernah berlatih sebagai cave-a-naut dan aquanaut — menjelajahi gua dan kedalaman laut untuk menguji ketahanan manusia di lingkungan paling keras di Bumi.

Luca Parmitano: Pilot Artemis III

Luca Parmitano, pilot Artemis III, adalah astronaut dari Badan Antariksa Eropa (ESA) asal Italia. Ia tercatat sebagai komandan pertama berkebangsaan Italia di Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS). "Saya minta maaf sebelumnya jika saya terharu. Pertama dan utama, saya bersyukur. Saya bersyukur NASA telah mengizinkan saya menjadi bagian dari kelompok luar biasa ini," kata Parmitano.

Andre Douglas dan Frank Rubio

Andre Douglas, spesialis misi, sebelumnya menjabat sebagai anggota cadangan di misi Artemis II. Kini giliran dia tampil di garis terdepan. "Hari yang luar biasa," katanya di konferensi pers. "Otakku berlari kencang, tapi hatiku begitu hangat dan penuh." Frank Rubio membawa rekam jejak yang tak kalah mengesankan. Dokter sekaligus aviator militer berpangkat kolonel ini pernah menghabiskan 371 hari di ISS antara 2022–2023 — memecahkan rekor penerbangan luar angkasa terlama oleh astronaut Amerika Serikat.

Misi yang Penuh Tantangan

Misi Artemis III akan menjadi salah satu misi paling kompleks yang pernah dilakukan NASA. Dengan tujuan utama menguji kemampuan berlabuh antara kapsul Orion dan wahana pendarat Bulan komersial, misi ini akan membuka jalan bagi penelitian luar angkasa yang lebih lanjut dan memungkinkan manusia untuk kembali ke Bulan. Dengan kru yang berpengalaman dan kemampuan yang luar biasa, misi Artemis III siap untuk menghadapi tantangan yang akan datang dan membawa sejarah baru di Bulan.