
Mengungkap Keindahan Es di Antarctica Melalui Citra Satelit
Penemuan Unik di Antarctica
Saat melihat citra satelit yang diambil di atas Antarctica, sesuatu yang menarik perhatian muncul dari puncak sebuah gunung. Citra tersebut menampilkan apa yang tampak seperti seekor kolibri indah dan berwarna-warni. Meskipun tidak ada kolibri yang terbang di sekitar Antarctica, citra satelit baru ini menampilkan apa yang tampak seperti seekor burung kecil berwarna ungu di atas sebuah gunung es.
Perut gelap dari "burung" ini sebenarnya adalah puncak gunung Nunatak Zaterjavshijsja di Timur Antarctica. Apa yang tampak seperti ekor burung sebenarnya adalah aliran es yang mengalir ke timur laut menuju samudra, dan apa yang tampak seperti bulu yang menyebar keluar dari puncak gunung sebenarnya adalah celah-celah es yang terbentuk oleh glaciers yang mengalir di arus es menuju samudra.
Teknologi Satelit Canggih
Citra ini diambil oleh instrumen radar pada satelit NISAR (NASA-ISRO Synthetic Aperture Radar) yang diluncurkan sebagai kerja sama antara NASA dan ISRO (Indian Space Research Organisation). Direktur Divisi Ilmu Bumi NASA menyebut NISAR sebagai "radar paling canggih yang pernah kita buat" dalam sebuah briefing sebelum peluncuran tahun lalu.
Pada pandangan pertama, citra ini membingungkan. Apa yang bisa itu? Warna-warna cerah dan garis-garis tajamnya mengingatkan pada sesuatu yang hampir seperti alien. Namun, keindahan aneh dari bentuk dan warna dalam citra satelit ini mengungkap informasi penting tentang pergerakan glaciers di gunung.
Mengungkap Rahasia di Bawah Permukaan
"Pertama, ini adalah citra yang indah, dengan detail kaya fitur yang memberikan wawasan tentang bagaimana glaciers bergerak. Kemudian, karena radar dapat melihat melalui salju dan jauh ke dalam es, NISAR dapat mengamati sifat-sifat es Antarctica yang secara fundamental berbeda dari yang dapat dilihat dalam citra optik," kata Seongsu Jeong, insinyur analisis sinyal yang memproduksi citra di Laboratorium Propulsi Jet NASA, dalam sebuah pernyataan. "Dengan NISAR, kita melihat apa yang tersembunyi di bawah permukaan."
Sekarang, siapa pun dapat menjelajahi data NISAR. Awal minggu ini, pada tanggal 20 Juli, NISAR mulai membagikan data dari instrumen radarnya kepada publik. Tim misi akan terus mengeluarkan data ini sehingga peneliti di mana pun dapat menggunakannya untuk mempelajari dan melindungi planet kita yang terus berubah.