
MAVEN, Orbiter Mars NASA yang Mati, Akan Tabrak Planet Merah dalam 100 Tahun
Misi MAVEN Berakhir
MAVEN, orbiter Mars NASA yang telah mati, akan menabrak Planet Merah dalam waktu 100 tahun ke depan. Ini bukanlah akhir yang tidak terduga, karena misi ini telah berjalan selama hampir satu dekade.
"Pesawat luar angkasa ini sebenarnya dalam konfigurasi yang sangat mirip dengan apa yang akan terjadi jika misi ini berakhir secara normal," kata Mike Moreau, Manajer Proyek MAVEN dari Pusat Penerbangan Luar Angkasa Goddard NASA.
Akhir yang Tidak Terduga
MAVEN tidak berhenti beroperasi secara terencana. Orbiter ini tiba-tiba berhenti berfungsi pada Desember lalu dan tidak merespons upaya untuk menghubunginya kembali. Namun, akhir yang akan dialami MAVEN akan sama bahkan jika misi ini berakhir secara terencana.
"Rencana nominal untuk membuang pesawat luar angkasa di akhir misi adalah dengan meninggalkannya dalam orbit nominal, di mana ia akan tetap berada selama 50 hingga 100 tahun sebelum memasuki atmosfer Mars," kata Moreau.
Kuburan Orbit Mars
MAVEN bukanlah satu-satunya orbiter yang mati di sekitar Mars. Beberapa orbiter lainnya juga telah berhenti beroperasi dan masih mengorbit Planet Merah. Ini termasuk Mars Climate Orbiter, Mars Polar Lander, dan Phoenix, yang semua telah berhenti berfungsi dalam beberapa tahun terakhir.
Saat ini, hanya enam orbiter yang masih beroperasi di sekitar Mars, yaitu Mars Odyssey, Mars Express, MRO, TGO, Hope, dan Tianwen 1. Sisanya telah menjadi bagian dari "kuburan orbit" Mars, di mana mereka akan tetap berada selama beberapa dekade sebelum akhirnya jatuh ke permukaan planet.
Kuburan Permukaan Mars
Di permukaan Mars, juga terdapat "kuburan" untuk robot-robot yang telah berhenti beroperasi. Ini termasuk rover Spirit dan Opportunity, helikopter Ingenuity, dan lander Pathfinder, yang semua telah berhenti berfungsi dalam beberapa tahun terakhir.
Saat ini, hanya dua rover yang masih beroperasi di permukaan Mars, yaitu Curiosity dan Perseverance, yang masing-masing diluncurkan pada tahun 2012 dan 2021.
Warisan MAVEN
MAVEN telah memberikan kontribusi besar pada pengetahuan kita tentang Mars. Data yang dikumpulkan oleh orbiter ini telah membantu ilmuwan memahami perubahan dramatis yang terjadi pada Mars, dari sebuah planet yang hangat dan basah menjadi sebuah gurun yang dingin dan kering.
Perubahan ini terjadi karena Mars kehilangan sebagian besar atmosfernya. Berkat MAVEN, kita tahu bahwa kehilangan atmosfer ini disebabkan oleh angin surya dan terjadi antara 4,2 miliar dan 3,7 miliar tahun yang lalu, sekitar waktu ketika kehidupan mulai berkembang di Bumi.