Hayabusa2 Jepang Menangkap Foto Asteroid Dua Kepala yang Mengagumkan 100 Juta Kilometer Jauhnya

Hayabusa2 Jepang Menangkap Foto Asteroid Dua Kepala yang Mengagumkan 100 Juta Kilometer Jauhnya

Published:

Hayabusa2 Melakukan Flyby Asteroid Torifune

Probe Hayabusa2 Jepang telah melakukan flyby asteroid Torifune, sebuah asteroid yang berjarak sekitar 100 juta kilometer dari Bumi. Selama flyby, Hayabusa2 berhasil menangkap foto yang mengagumkan dari asteroid tersebut menggunakan kameranya.

Menurut Japan Aerospace Exploration Agency (JAXA), Hayabusa2 melakukan flyby asteroid Torifune pada hari Minggu (5 Juli) dan berhasil menangkap foto yang menunjukkan asteroid tersebut memiliki dua "kepala". Foto ini diambil menggunakan kamera optik Hayabusa2 dan berhasil ditransmisikan kembali ke JAXA.

Data Ilmiah yang Diperoleh

Selain foto, Hayabusa2 juga berhasil mengumpulkan data ilmiah tentang asteroid Torifune menggunakan Mid-Infrared Camera (TIR). Data ini memungkinkan para ilmuwan untuk mengukur suhu permukaan, inersia termal, dan kekasaran permukaan asteroid. Hasilnya menunjukkan bahwa asteroid Torifune memiliki suhu yang lebih rendah di daerah yang terlindung dari sinar matahari dan lebih panas di daerah yang terkena sinar matahari langsung.

Asteroid Torifune memiliki periode orbit sekitar 383 hari dan berputar setiap 5 jam. Asteroid ini termasuk dalam kelompok Apollo, yaitu asteroid yang orbitnya melintasi Bumi saat mengelilingi matahari.

Misi Hayabusa2

Hayabusa2 diluncurkan pada Desember 2014 dengan misi untuk mengumpulkan sampel asteroid dan mengembalikannya ke Bumi. Pada Desember 2020, Hayabusa2 berhasil mendaratkan sampel asteroid Ryugu di gurun Australia. Sampel ini kemudian digunakan oleh para ilmuwan untuk mempelajari sejarah tata surya kita dan bahkan menemukan bahwa asteroid Ryugu mengandung semua lima nukleobase yang ditemukan dalam DNA dan RNA.

Setelah mengumpulkan sampel, Hayabusa2 meninggalkan asteroid Ryugu pada 2019. Misi selanjutnya adalah untuk melakukan flyby asteroid 1998 KY26, yang dapat menjadi asteroid terkecil yang pernah dikunjungi oleh sebuah pesawat luar angkasa. Asteroid 1998 KY26 memiliki diameter sekitar 11 meter, yang hampir sama dengan ukuran asteroid yang meledak di atas Chelyabinsk, Rusia pada 2013.

Hayabusa2 diharapkan mencapai asteroid 1998 KY26 pada tahun 2031. Setelah itu, probe akan mengorbit asteroid sebelum mencoba mendarat di permukaannya. JAXA berharap misi ini dapat membantu para ilmuwan memahami lebih lanjut tentang struktur dan komposisi asteroid kecil.