
El Nino Menguat, Tahun 2027 Diprediksi Jadi Tahun Terpanas
Peringatan dari PBB
Sebuah fenomena alam besar berskala global sedang menuju ke arah kita, dan ini tidak bisa dianggap remeh. Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) baru saja mengeluarkan peringatan bahwa fase baru dari pola cuaca alami El Nino diperkirakan akan dimulai dalam hitungan minggu. Kehadiran fenomena ini diprediksi akan mendongkrak suhu bumi yang saat ini sebenarnya sudah mengalami tekanan berat akibat perubahan iklim.
Dampak El Nino
Organisasi Meteorologi Dunia (WMO) menyatakan bahwa El Nino kali ini kemungkinan besar akan terus menguat sepanjang sisa tahun 2026. Akibatnya, cuaca ekstrem yang melanda berbagai belahan dunia diperkirakan akan menjadi jauh lebih parah. Beberapa prediksi dari lembaga cuaca nasional di berbagai negara mengindikasikan bahwa fenomena yang sedang terbentuk ini bisa menjadi salah satu El Nino terkuat yang pernah tercatat dalam sejarah—atau yang sering disebut sebagai "Super El Nino".
Tanda-Tanda El Nino
Menurut laporan dari BBC, memprediksi kapan tepatnya El Nino muncul dan seberapa kuat dampaknya memang bukan perkara mudah. Namun, para ilmuwan telah mendeteksi tanda-tanda yang tak terbantahkan di wilayah tengah Samudra Pasifik. Pada bulan Desember lalu, wilayah perairan ini sebenarnya masih terpantau lebih dingin dari rata-rata. Namun, hanya dalam waktu tiga bulan, situasi berubah drastis menjadi jauh lebih hangat, terutama di lepas pantai Amerika Selatan.
Penjelasan Ilmiah
Fenomena El Nino sendiri terjadi ketika ada perubahan pola angin yang memungkinkan air laut yang lebih hangat menyebar ke seluruh samudra Pasifik tropis. Banyak ilmuwan yang meyakini bahwa El Nino kali ini akan membawa kekuatan yang sangat besar. "Kami sangat yakin bahwa ada fenomena besar yang sedang datang. Ini bahkan mungkin bisa menjadi rekor peristiwa terpanas," kata Prof. Adam Scaife, Head of Monthly to Decadal Prediction di UK Met Office.
Data dan Prediksi
Data dari satelit dan pelampung laut menunjukkan adanya gelombang air hangat yang luar biasa di kedalaman ratusan meter di bawah permukaan Pasifik, di mana suhunya mencapai 6 derajat Celsius di atas rata-rata pada beberapa titik. "Kehangatan air di kedalaman ini mampu menandingi beberapa peristiwa El Nino terkuat yang pernah kita saksikan sebelumnya," ungkap Michelle L’Heureux, Physical Scientist di Climate Prediction Center NOAA. Dengan demikian, tahun 2027 diprediksi akan menjadi tahun terpanas sejak beberapa dekade terakhir.