El Nino Membawa Kabar Baik bagi Nelayan Indonesia, Laut Lebih Subur dan Ikan Lebih Mudah Ditangkap

El Nino Membawa Kabar Baik bagi Nelayan Indonesia, Laut Lebih Subur dan Ikan Lebih Mudah Ditangkap

Published:

El Nino, Fenomena Iklim Global yang Berdampak Positif pada Laut Indonesia

El Nino seringkali diidentikkan dengan bencana alam seperti kekeringan panjang, gagal panen, dan cuaca ekstrem. Namun, di balik fenomena iklim global ini, terdapat kabar baik bagi para nelayan di Indonesia. Profesor R. Dwi Susanto dari University of Maryland menjelaskan bahwa El Nino dapat membawa dampak positif pada laut Indonesia, membuatnya lebih subur dan ikan lebih mudah ditangkap.

Proses Upwelling dan Peningkatan Produktivitas Perairan

Ketika El Nino berkembang, suhu laut di sejumlah perairan Indonesia cenderung menurun akibat perpindahan massa air hangat ke bagian timur Samudra Pasifik. Kondisi ini mendorong terjadinya penguatan proses upwelling, yaitu naiknya massa air kaya nutrisi dari lapisan laut yang lebih dalam ke permukaan. "Pada saat El Nino, produktivitas perairan di selatan Jawa dan Sumatra meningkat karena konsentrasi klorofil menjadi lebih tinggi. Kondisi ini mendukung ketersediaan pakan alami dan berpotensi meningkatkan kelimpahan ikan," jelas Dwi Susanto.

Pertumbuhan Fitoplankton dan Kelimpahan Ikan

Nutrisi yang dibawa oleh air laut yang lebih dingin memicu pertumbuhan fitoplankton, makanan dasar rantai makanan laut. Hal ini pada akhirnya meningkatkan kelimpahan ikan di wilayah tersebut. Fenomena ini telah diamati pada sejumlah kejadian El Nino sebelumnya, terutama di perairan selatan Jawa, Bali, dan Sumatra.

Perubahan Distribusi Ikan Pelagis Besar

El Nino juga dapat mengubah distribusi ikan pelagis besar, termasuk tuna. Dwi Susanto menjelaskan bahwa selama El Nino, kedalaman termoklin di beberapa wilayah perairan Indonesia bisa menjadi lebih dangkal. Kondisi ini membuat tuna berada lebih dekat ke permukaan dan lebih mudah dijangkap. "Pada beberapa wilayah, tuna menjadi lebih dekat ke permukaan sehingga lebih mudah ditangkap. Karena itu, dampak El Nino terhadap sektor perikanan tidak selalu negatif," ujarnya.

Pemantauan Oseanografi yang Berkelanjutan

Meski membawa peluang, Dwi Susanto mengingatkan bahwa perubahan kondisi oseanografi tetap perlu dicermati karena dapat menimbulkan dampak berbeda pada setiap ekosistem laut. Salah satu risiko yang perlu diwaspadai adalah gangguan terhadap terumbu karang di wilayah tertentu akibat perubahan kondisi lingkungan laut. Kepala Pusat Riset Laut Dalam BRIN, Prof. A'an Johan Wahyudi, menegaskan bahwa riset kelautan memiliki peran strategis dalam mengungkap dinamika laut sekaligus potensi sumber daya yang dimiliki Indonesia.

Kolaborasi dan Pengembangan Ilmu Pengetahuan

Forum ilmiah yang mempertemukan peneliti dari berbagai institusi menjadi ruang penting untuk memperkuat kolaborasi dan mempercepat pengembangan ilmu pengetahuan di bidang kelautan dan laut dalam Indonesia. Dengan demikian, Indonesia dapat memanfaatkan sumber daya laut secara lebih optimal dan berkelanjutan, serta menghadapi tantangan yang muncul dari perubahan kondisi oseanografi.