Cara Unik Merpati Menemukan Jalan Pulang, Ternyata Hanya Mengambil Jalan Tengah

Cara Unik Merpati Menemukan Jalan Pulang, Ternyata Hanya Mengambil Jalan Tengah

Published:

Merpati Pos dan Kemampuan Navigasinya

Merpati pos telah lama dikenal karena kemampuan navigasinya yang luar biasa. Para peneliti percaya bahwa burung-burung ini memiliki kemampuan mirip manusia, yaitu menurunkan pengetahuan navigasi dari satu generasi ke generasi berikutnya. Namun, sebuah studi baru dari University of Massachusetts (UMass) Boston baru-baru ini mematahkan teori tersebut.

Studi Baru dan Temuannya

Hasil riset menunjukkan bahwa merpati ternyata sama sekali tidak saling mengajari rute jalan pulang. Alih-alih memiliki sistem "sekolah mengajar" yang rumit, rahasia navigasi merpati rupanya jauh lebih sederhana: mereka hanya saling berkompromi. Perdebatan ini bermula dari eksperimen terkenal pada tahun 2017, di mana peneliti melatih merpati pos untuk terbang sejauh 8,4 kilometer kembali ke sarangnya.

Eksperimen dan Hasilnya

Dalam tes tersebut, seekor burung yang sudah berpengalaman (senior) dipasangkan terbang dengan burung baru (junior). Setelah 12 kali terbang, si senior dikeluarkan, dan si junior yang kini sudah "ahli" dipasangkan lagi dengan burung baru lainnya. Proses ini diulang hingga lima generasi. Hasilnya mengagumkan: rute terbang mereka terus memendek dan makin efisien.

Simulasi Komputer dan Kesimpulan

Tim peneliti lain yang terdiri dari Shoubhik Chandan Banerjee, Fritz Francisco, dan Albert Kao penasaran dan menguji ulang eksperimen tersebut dengan sudut pandang berbeda. Mereka membuat tujuh simulasi komputer yang menggambarkan berbagai strategi navigasi burung. Simulasi yang paling sederhana mengasumsikan bahwa merpati tidak tahu apa-apa. Pada model paling simpel ini, penerbangan berpasangan dianggap sebagai bentuk kompromi murni dari dua jalur favorit masing-masing burung.

Kesimpulan dan Implikasi

Saat dicocokkan dengan data asli di lapangan, ternyata perilaku merpati nyata tidak secerdas simulasi komputer tingkat lanjut. Jalur terbang merpati asli justru sangat cocok dengan model komputer yang paling simpel, yaitu sistem kompromi atau merata-ratakan rute. Ini berarti bahwa merpati tidak memiliki kemampuan navigasi yang kompleks, melainkan hanya mengambil jalan tengah dari dua rute yang berbeda.

Implikasi Lebih Lanjut

Untuk memperkuat bukti ini, para ilmuwan meneliti siapa yang memimpin komando selama burung-burung tersebut terbang di udara. Jika merpati junior belajar dari merpati senior, seharusnya burung senior lah yang memimpin jalannya penerbangan. Namun, hasilnya menunjukkan bahwa tidak ada bukti bahwa merpati senior memimpin jalannya penerbangan. Ini berarti bahwa merpati junior dan senior memiliki peran yang sama dalam menentukan rute terbang.

Kesimpulan Akhir

Cara unik merpati menemukan jalan pulang ternyata hanya mengambil jalan tengah. Ini berarti bahwa merpati tidak memiliki kemampuan navigasi yang kompleks, melainkan hanya mengambil jalan tengah dari dua rute yang berbeda. Hasil ini memiliki implikasi yang signifikan dalam memahami perilaku merpati dan kemampuan navigasinya.