Bintang Seperti Matahari Mungkin Telah Menelan Planet Luar Angkasa dengan Bantuan dari Pendamping Misterius

Bintang Seperti Matahari Mungkin Telah Menelan Planet Luar Angkasa dengan Bantuan dari Pendamping Misterius

Published:

Misteri Kosmik yang Menarik

Astronom telah menemukan sebuah misteri kosmik yang menarik, yaitu sebuah bintang yang mungkin telah menelan sebuah planet luar angkasa super-Bumi. Bintang ini mungkin memiliki pendamping yang misterius, yaitu sebuah bintang coklat yang gagal, yang dapat membantu mengarahkan planet yang malang itu menuju kehancurannya.

"Anda adalah apa yang Anda makan, kan?" kata Brooke Kotten, pemimpin tim peneliti dari Universitas Michigan, dalam sebuah pernyataan. "Kami tahu bahwa ada banyak lithium dalam bahan planet daripada dalam bintang. Jadi, jika sebuah bintang menelan sebuah planet, maka bintang itu akan mengambil banyak lithium."

Peristiwa Penelan yang Langka

Peristiwa penelan seperti ini sangat langka dan terjadi dalam waktu yang sangat singkat, yaitu beberapa hari hingga beberapa minggu. Oleh karena itu, astronom harus bekerja sebagai penyelidik kejahatan kosmik untuk merekonstruksi peristiwa ini dengan menggunakan bukti yang ada.

"Itulah yang membuat bidang ini sangat menarik," kata Kotten. "Kami tidak bisa hanya menonton kejahatan itu terjadi, jadi kami harus bekerja dengan semua petunjuk yang kami dapatkan untuk mengetahui siapa yang melakukan kejahatan itu."

Pendamping Misterius

Bintang coklat yang gagal ini memiliki massa sekitar 20 kali massa Jupiter, atau sekitar 2% massa matahari. Bintang coklat ini tidak cukup besar untuk memicu fusi nuklir hidrogen ke helium, tetapi cukup besar untuk memiliki pengaruh gravitasi yang signifikan terhadap planet yang mengorbit bintang TOI-5882.

Tim peneliti percaya bahwa bintang coklat ini dapat membantu mengarahkan planet yang malang itu menuju kehancurannya. Mereka juga percaya bahwa planet ini adalah sebuah super-Bumi dengan massa sekitar 2-18 kali massa Bumi.

Bukti Lithium

Tim peneliti menemukan bahwa bintang TOI-5882 memiliki kandungan lithium yang sangat tinggi, yaitu sekitar 97% lebih tinggi daripada bintang lainnya. Mereka juga menemukan bahwa planet yang malang itu memiliki massa sekitar 2-18 kali massa Bumi.

"Fakta bahwa kita dapat melihat sebuah bintang 1.300 tahun cahaya jauhnya dan mengatakan dengan percaya diri, 'Bintang ini memiliki lebih banyak lithium daripada yang diharapkan,' adalah bukti dari presisi instrumen modern dan kerja interpretatif yang sulit untuk membuat sense dari sinyal itu," kata Melinda Soares-Furtado, penulis senior dari studi ini dan asisten profesor di Universitas Wisconsin.

Misteri yang Belum Terpecahkan

Tim peneliti masih memiliki banyak pertanyaan yang belum terjawab, seperti bagaimana bintang coklat itu dapat membantu mengarahkan planet yang malang itu menuju kehancurannya. Mereka juga ingin tahu apakah bintang lainnya memiliki kandungan lithium yang tinggi seperti bintang TOI-5882.

"Saya merasa seperti seorang detektif," kata Soares-Furtado. "Saya suka mencari jawaban untuk pertanyaan yang belum terjawab."